Operator Selular Rugi Triliunan Karena Whatsapp
FOTO : ISTIMEWA

Operator Selular Rugi Triliunan Karena Whatsapp

Oleh : Administrator | PU-NEWS.COM | 24 Februari 2014 11:46:13 WIB

PU-NEWS.COM --


Jakarta, PU-News.com



Dari sekian banyak aplikasi pesan instan, WhatsApp merupakan layanan
yang memiliki jumlah pengguna terbanyak di dunia. Dengan meningkatnya
jumlah pengguna yang memanfaatkan layanan macam ini, pendapatan operator
seluler berkurang karena pemakaian pesan singkat (SMS) terus menurun. Lembaga
riset Ovum melakukan penelitian terhadap sejumlah kelompok bisnis
seluler, termasuk Vodafone Group, America Movil SAB, hingga Verizon
Communications. Hasilnya, bisnis di sektor SMS dari operator seluler
diperkirakan merugi 32,5 miliar dollar AS (atau sekitar Rp 382 triliun)
pada 2013. Lembaga riset itu memproyeksi kerugian yang dialami
operator seluler pada 2016 akan meningkat menjadi 54 miliar dollar AS
(atau sekitar Rp 635 triliun).



WhatsApp kini memiliki 430 juta pengguna aktif pada Januari 2014. Perusahaan ini memanfaatkan 600 server untuk melayani pengiriman hingga 50 miliar
pesan per hari, dari sekitar 27 juta pesan per hari yang terekam pada
Juni 2013. Angka itu disebut-sebut sudah melebihi jumlah SMS yang
beredar di seluruh dunia sehingga WhatsApp dianggap sebagai salah satu
penyebab menurunnya pertumbuhan SMS di dunia.



Dengan semakin
meningkatnya jumlah pengguna ponsel pintar, dan tersedianya akses
internet yang baik membuat pelanggan bergantung pada aplikasi pesan
instan karena dinilai lebih murah, termasuk BlackBerry Messenger, Line,
KakaoTalk, WeChat, dan sebagainya. Bahkan, beberapa aplikasi
tersebut juga menyediakan layanan panggilan telepon lewat akses
internet. Hal ini akan semakin mengurangi pendapatan operator seluler
dari layanan telepon. "Tren layanan pesan ini telah menggerogoti
pendapatan, di beberapa negara bahkan lebih besar, dan tren itu akan
terus berlanjut. Dampak dari pesan gratis telah dirasakan di seluruh
dunia. WhatsApp telah jelas menjadi salah satu penyebabnya," kata Chetan
Sharma, analis dari Issaquah yang berbasis di Washington, Amerika
Serikat (AS). Sharma memprediksi, pendapatan operator seluler di
AS dari SMS pada 2014 akan turun sekitar 3 sampai 4 persen dibandingan
tahun 2013, yang mencapai 21 miliar dollar AS.



Meksiko dan Belanda

Operator seluler di luar AS diprediksi juga merasakan kerugian, termasuk di Eropa, India, dan Amerika Latin. Di
Meksiko, misalnya, hampir 90 persen pesan yang dikirim ternyata
memanfaatkan layanan WhatsApp, menurut Ernesto Piedras, direktur
perusahaan konsultan telekomunikasi Intelligence Unit. "Sejak
satu setengah tahun yang lalu, pengguna WhatsApp di Meksiko luar biasa
banyak. Layanan ini nyaman, dan semakin banyak orang memiliki, semakin
banyak juga yang menggunakannya," tutur Piedras, seperti dikutip dari Bloomberg. Padahal,
sekitar 6 hingga 8 tahun lalu, layanan SMS menyumbang 15 persen untuk
total perusahaan operator seluler di Meksiko. Sekarang, kontribusi SMS
bagi operator seluler di Meksiko hanya sekitar 7 sampai 8 persen.



Perusahaan
telekomunikasi Royal KPN NV (KPN) asal Belanda punya cara tersendiri
untuk mempertahankan pendapatan dari layanan SMS. Menurut analis Mark
Little dari Ovum, perusahaan KPN tidak memberi layanan pesan instan
secara bebas dari paket yang mereka tawarkan. "Pendapatan KPN dari SMS anjlok karena pelanggan menggunaan sesuatu yang lebih baik dan bebas," katanya.



Di
tengah tren macam ini, operator seluler ditantang untuk menawarkan
layanan internet yang stabil dan cepat. Karena, semakin banyak pelanggan
yang menggunakan aplikasi pesan instan serta media sosial, yang semua
itu berjalan di atas jaringan dan infrastruktur yang dibangun operator
seluler. Menurut Joseph Natale, direktur komersial Telus Corp,
operator seluler terbesar kedua di Kanada, pada akhirnya layanan telepon
dan SMS akan menjadi salah satu dari sebuah fitur yang melekat pada
perencanaan paket internet. "Pada titik tertentu, semuanya menjadi
layanan data (internet)," kata Natale. Kendati demikian, lembaga riset Ovum memprediksi layanan SMS tidak akan mati dalam waktu dekat.



*****MRJ


Komentar Berita

PU Terkini
Titik Nol Jalan Daendels di Area Mercusuar Anyer

Senin, 27 November 2017 - 10:38:29 WIB

Titik Nol Jalan Daendels di Area Mercusuar Anyer

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Kamis, 05 Oktober 2017 - 09:16:29 WIB

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Surabaya, PU-News.com Seseorang yang mengalami patah tulang, biasanya memasang alat orthopedi atau alat fiksasi agar bisa tersambung kembali. Namun, bahan-bahan dari alat tersebut tak jarang tidak ramah lingkungan dan relatif mahal. Bermula dari kondisi itu, dua mahasiswa Departemen Kimia

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Jumat, 25 Agustus 2017 - 14:43:18 WIB

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Surabaya, PU-News.com Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan mobil balap Sapu Angin Speed 5. Mobil terbaru dari generasi sebelumnya itu akan diikutkan dalam Student Formula Japan (SFJ) di Jepang pada 5-9 September 2017. Sapu Angin 5 diluncurkan oleh Rektor ITS,

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

Kamis, 03 Agustus 2017 - 10:23:00 WIB

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

PU-News.com Mulai tanggal 3 Agustus 2017 pukul 00.00 WIB, Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 Gempol-Rembang Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) memasuki masa uji coba. Pembukaan ini dilakukan setelah terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) nomor: JL.03.04-P/266 tanggal 31 Juli 2017