Di Ruas Yang Berat Berlangsung Ujian PBC (Performance Base Contract)
FOTO : ISTIMEWA

Di Ruas Yang Berat Berlangsung Ujian PBC (Performance Base Contract)

Oleh : Administrator | PU-NEWS.COM | 18 November 2013 13:52:55 WIB

PU-NEWS.COM --


Cikampek, PU-News.com



Kebetulan, manajer ruas yang satu ini pun sering
mengalami yang berat-berat. Setelah selesai S
2 di
UI
dan masuk Kementerian PU pada tahun 2001, tak lama kemudian menjabat kepala seksi di saat awal-awal
terbentuknya Balai, dan diantara tugasnya adalah memberi pengarahan pada
PPK-PPK. “Wah, berat
! mereka bilang, bagaimana saya yang belum pernah jadi PPK memberi
pengarahan pada para PPK,” kenang Ali
Rachmadi, ST, MT
. Ia pun ingat sekali ketika menjadi anak buah Ir. Purnomo
yang waktu itu menjabat
Kepala BBPJN IV, dirinya disayangkan kenapa masih muda kok “di dalam” saja.
“Pak Pur bilang, ini kenapa, anak muda kok di dalam, ke luar dulu jadi PPK.
Lalu saya mau ditugaskan jadi PPK di Banten. Wah, berat
, waktu itu saya berdoa,
mudah-mudahan enggak jadi. Eh, bener,
enggak jadi,” kisah Ali sambil tertawa. Alasannya kala itu, ia sering mendengar
dari kawan-kawan, situasi di Banten bagi PPK “menyeramkan” sekali.



Akhirnya ia mendapat tugas jadi PPK di jajaran Satker
Metropolitan, dan menghadapi kondisi yang berat lantaran kontraktornya sangat
tidak proaktif. “Ya, bagaimana, kontraktor itu menang tender dengan penawaran
63%, mungkin mengalami kesulitan juga,´kenang Ali Rachmadi Nasution. Selanjutnya
jadi PPK di Jabar Selatan, ada yang berat pula, meski tak seberat yang di ruas
KCP (Karawang—Cikampek—Pamanukan) yang dikenal sebagai ruas sangat berat saking
padatnya kendaraan-kendaraan angkutan berat, pada 2013, karena di sini terdapat
paket ujicoba PBC (performance base contract atau kontrak berbasis kinerja).
Berat juga dalam arti, baik pemerintah maupun kontraktor sama-sama menghadapi
ujian yang berat.



Ali menjadi PPK ruas KCP saat PBC yang telah berjalan sejak 2011 itu
memasuki tahap layanan pemeliharaan. Kejadiannya, kontraktor sering terlambat
menutup lubang-lubang yang ada, sesuai ketentuan waktu yang tercantum di dalam
kontrak. Pada dasarnya, kesulitan yang dihadapi kontraktor dalam melaksanakan
kontrak model baru itu pun dapat dipahami. “Tetapi kalau pasal-pasal di dalam
kontrak tidak ditegakkan, berarti sistem tidak berjalan,” tegas Ali Rachmadi.



Kontraktor PT Waskita Karya memenangi tender dengan
penawaran Rp 106 milyar untuk pekerjaan ruas sepanjang 18,5 km. Barangkali
karena PBC itu dapat dikatakan sebagai “barang baru” sehingga bisa saja kontraktor
kurang akurat dalam melakukan perhitungan awal, akibatnya di dalam masa
pelaksanaannya mengalami kendala-kendala. Pihak kontraktor dalam tiga triwulan
tahap layanan pemeliharaan sudah terkena kewajiban membayar denda keterlambatan
lebih dari Rp 900 juta.



Sistem PBC memang sudah cukup lama direncanakan untuk
diterapkan, namun melalui tahapan-tahapan tertentu. Pada 2008 sedang digodog
suatu tahapan yang disebut Design and Building untuk diterapkan bagi
kontraktor, sebelum tahap-tahap berikutnya sampai sampai pada penerapan sistem
PBC secara penuh. “Namun pada waktu itu tahun 2009 dalam program 100 hari
Presiden SBY ternyata muncul PBC di Pantura. Ya sudah, harus dilaksanakan,”
kata Ir.
Herman Darmansyah
, mantan seorang Kasubdit di Bipran Bina Marga yang
dulu berperan menggodog sistem Design & Building sebagai embrio PBC, dan
mendapat tugas konsultan PBC di ruas KCP dan ruas Demak—Legundi.



Herman Darmansyah mengatakan pula, sayang sekali
ujicoba PBC langsung di Jalur Pantura. Kalau saja di ruas lain dulu yang tak
seberat Pantura, mungkin ujicoba penerapan PBC itu bisa langsung menuai
keberhasilan. “Namun bagaimana pun program PBC perlu diteruskan, karena bagus,
sambil terus disempurnakan, diantaranya pada 2014 diterapkan hibridanya, yaitu
PBMC atau performance base maintenance contract,” jelas Herman Darmansyah.



*****djoteddy


Komentar Berita

PU Terkini
Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Kamis, 05 Oktober 2017 - 09:16:29 WIB

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Surabaya, PU-News.com Seseorang yang mengalami patah tulang, biasanya memasang alat orthopedi atau alat fiksasi agar bisa tersambung kembali. Namun, bahan-bahan dari alat tersebut tak jarang tidak ramah lingkungan dan relatif mahal. Bermula dari kondisi itu, dua mahasiswa Departemen Kimia

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Jumat, 25 Agustus 2017 - 14:43:18 WIB

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Surabaya, PU-News.com Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan mobil balap Sapu Angin Speed 5. Mobil terbaru dari generasi sebelumnya itu akan diikutkan dalam Student Formula Japan (SFJ) di Jepang pada 5-9 September 2017. Sapu Angin 5 diluncurkan oleh Rektor ITS,

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

Kamis, 03 Agustus 2017 - 10:23:00 WIB

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

PU-News.com Mulai tanggal 3 Agustus 2017 pukul 00.00 WIB, Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 Gempol-Rembang Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) memasuki masa uji coba. Pembukaan ini dilakukan setelah terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) nomor: JL.03.04-P/266 tanggal 31 Juli 2017

Sidang Kasus Tanah Warungsilah Hadirkan Saksi Ahli dan Saksi Fakta

Selasa, 11 Juli 2017 - 15:59:48 WIB

Sidang Kasus Tanah Warungsilah Hadirkan Saksi Ahli dan Saksi Fakta

Seri Kasus Tanah Warungsilah : Jakarta, PU-News.com Hari ini, Selasa (11/07/2017) sidang gugatan Kaharudin Latif kepada Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dan saksi fakta. Saksi ahli adalah Dekan Fakultas Hukum

Ini Dia Girik Yang Menjadi Bukti Riwayat Asal Surat Tanah Milik Armina Scherazade

Jumat, 07 Juli 2017 - 15:52:36 WIB

Ini Dia Girik Yang Menjadi Bukti Riwayat Asal Surat Tanah Milik Armina Scherazade

Seri Kasus Tanah Warungsilah : Jakarta, PU-News.com Gambar di atas adalah bukti bahwa Sertipikat Hak Milik (SHM) No. 5160/Cipedak, SHM No. 5161/Cipedak, SHM No. 5162/Cipedak, dan SHM No. 5163/Cipedak mempunyai dasar GIRIK C No. 1131 PERSIL No. 172 BLOK S II. Dalam kasus gugatan Kaharudin