Bendung Katulampa Bukan Bangunan Pengendali Banjir Kali Ciliwung
FOTO : ISTIMEWA

Bendung Katulampa Bukan Bangunan Pengendali Banjir Kali Ciliwung

Oleh : Administrator | PU-NEWS.COM | 27 November 2017 10:44:17 WIB

PU-NEWS.COM -- Jakarta, PU-News.com

Rabu (2/11/2017) di media sosial (medsos) beredar informasi menyesatkan, kebohongan besar, mengenai Katulampa Jebol. Tentu yang dimaksudkan oleh pembuat teror via medsos tersebut adalah Bendung Katulampa pada bagian hulu Kali Ciliwung di daerah Bogor.

Judulnya “seram”, Breaking News. Ditulisnya: Hati-hati katulampa jebol, Jakarta kemungkinan bisa banjir, kalau ada keluarga yang kerja di wilayah jabodetabek kabarin, diperkirakan air sampai jakarta 6 jam lagi info dr temen yg di bogor barusan kira2 sejam yg lalu…jadi untuk malam ini klo bisa balik ke rumah jangan terlalu malam..perkiraan 6 jam air sampai Jakarta. Begitulah. Namun informasi bertendesi menimbulkan keresahan itu segera dibantah oleh Andi Sudirman, Kepala Bendung Katulampa, dan dinyatakannya sebagai hoaks.

Katulampa itu bukan bendungan, melainkan bendung. Bendungan menciptakan waduk, menghimpun air sesuai kapasitasnya, untuk kemudian diatur pengalirannya. Dengan demikian bendungan juga berfungsi sebagai pengendali banjir.

Bendung berbeda dengan bendungan. Bendung berfungsi menaikkan muka air pada bagian sungai tertentu. Kemudian aliran dapat diatur pembagiannya, dengan sarana pintu air. Demikian pula dengan bendung yang ada di Katulampa daerah Bogor itu. Bendung Katulampa bukan bangunan pengendali banjir Kali Ciliwung.

Bendung Katulampa dibangun saat masih zaman VOC, untuk penyadapan air ke Saluran Timur atau Saluran Katulampa. Selain Saluran Katulampa, ada Saluran Cibalok yang menyadap air Kali Ciliwung di dekat desa Gadog. Kedua-duanya terutama untuk kepentingan irigasi persawahan.

Saluran Cibalok menyadap air Ciliwung ke arah kiri, sedangkan Saluran Katulampa ke arah kanan. Lokasi penyadapan untuk Saluran Katulampa berada di hilir Cibalok, tepatnya di desa Katulampa, sebelah selatan kota Bogor. (Soebandi Wirosoemarto, 1997/1998). Saluran Katulampa yang utama mengarah ke Jakarta di sebelah jalan raya Jakarta–Bogor.

Saluran Katulampa tersebut sampai di Tanah Tinggi dekat Pasar Senen, bertemu dengan saluran dari arah Prapatan. Terus mengalir ke utara dan berakhir di Kali Sunter. Pada zaman dahulu Saluran Katulampa mengairi persawahan yang berada di daerah Buitenzorg (Bogor) hingga Kemayoran di Batavia (Jakarta).

Bendung Katulampa tak ada kaitan dengan waduk pengendalian banjir bagi kota Jakarta. Perkembangan terakhir menunjukkan, waduk pengendali banjir Jakarta sedang dalam proses pembebasan lahan, yaitu Waduk Sukamahi dan Waduk Ciawi. Kedua-duanya merupakan waduk penampung air hujan di daerah hulu. Ditargetkan pembangunan kedua dry dam tersebut akan selesai di tahun 2019.

*****SBR

Komentar Berita

PU Terkini
Bendung Katulampa Bukan Bangunan Pengendali Banjir Kali Ciliwung

Senin, 27 November 2017 - 10:44:17 WIB

Bendung Katulampa Bukan Bangunan Pengendali Banjir Kali Ciliwung

Jakarta, PU-News.com Rabu (2/11/2017) di media sosial (medsos) beredar informasi menyesatkan, kebohongan besar, mengenai Katulampa Jebol. Tentu yang dimaksudkan oleh pembuat teror via medsos tersebut adalah Bendung Katulampa pada bagian hulu Kali Ciliwung di daerah Bogor. Judulnya

Titik Nol Jalan Daendels di Area Mercusuar Anyer

Senin, 27 November 2017 - 10:38:29 WIB

Titik Nol Jalan Daendels di Area Mercusuar Anyer

Banten, PU-News.com Suatu pagi sekitar pukul 09.00, di pelataran tanda TITIK NOL Jalan AnyerâPanarukan telah tampak dua orang gadis saling mengambil foto bergantian. Ternyata Inun dan Tika, yang waktu itu belum lama lulus SMK di Cilegon, Provinsi Banten. Keduanya mengaku baru pertama

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Kamis, 05 Oktober 2017 - 09:16:29 WIB

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Surabaya, PU-News.com Seseorang yang mengalami patah tulang, biasanya memasang alat orthopedi atau alat fiksasi agar bisa tersambung kembali. Namun, bahan-bahan dari alat tersebut tak jarang tidak ramah lingkungan dan relatif mahal. Bermula dari kondisi itu, dua mahasiswa Departemen Kimia

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Jumat, 25 Agustus 2017 - 14:43:18 WIB

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Surabaya, PU-News.com Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan mobil balap Sapu Angin Speed 5. Mobil terbaru dari generasi sebelumnya itu akan diikutkan dalam Student Formula Japan (SFJ) di Jepang pada 5-9 September 2017. Sapu Angin 5 diluncurkan oleh Rektor ITS,

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

Kamis, 03 Agustus 2017 - 10:23:00 WIB

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

PU-News.com Mulai tanggal 3 Agustus 2017 pukul 00.00 WIB, Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 Gempol-Rembang Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) memasuki masa uji coba. Pembukaan ini dilakukan setelah terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) nomor: JL.03.04-P/266 tanggal 31 Juli 2017