Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS
FOTO : ISTIMEWA

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Oleh : Administrator | PU-NEWS.COM | 05 Oktober 2017 09:16:29 WIB

PU-NEWS.COM -- Surabaya, PU-News.com

Seseorang yang mengalami patah tulang, biasanya memasang alat orthopedi atau alat fiksasi agar bisa tersambung kembali. Namun, bahan-bahan dari alat tersebut tak jarang tidak ramah lingkungan dan relatif mahal. Bermula dari kondisi itu, dua mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Ilmu Alam ITS, Mohamad Mualliful Ilmi dan Denny Okta Kusumawardhana, terinspirasi mengembangkan potensial materi yang lebih ramah lingkungan dan murah. "Selama ini alat-alat orthopedi dibuat dari alloy (Perpaduan logam, red), titanium dan platina. Logam-logam tersebut faktanya sulit terdegradasi dan dapat menjadi racun jika larut dan bebas ke dalam tubuh dalam jumlah besar," ujar Ilmi, Kamis (5/10/2017).

Ilmi dan Denny Okta mencoba mengembangkan potensial materi orthopedi berbasis magnesium. Tak hanya itu, mereka juga merancang metode produksi magnesium yang ramah lingkungan. "Selama ini produksi magnesium selalu menggunakan proses down yang mencemari lingkungan karena perlu penggalian atau penambangan yang merusak lingkungan dan mengemisikan CO2. Sedangkan kami mencoba menggunakan metode elektrolisis langsung yang cukup pakai energi listrik, dan magnesiumnya kami peroleh dari air laut," papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Kimia (Himka) itu.

Menariknya, ide tersebut terinspirasi dari pengalaman Ilmi yang pernah mengalami operasi patah tulang. Operasi tersebut mengharuskan tulangnya dipasang implan dan membutuhkan biaya besar untuk mengambilnya. "Akhirnya saya berkeinginan untuk mencari potensi material pengganti yang dapat terdegradasi tanpa pengangkatan dan dapat disintesis secara ramah lingkungan," ungkap Ilmi.

Dari pengalaman dan pemikiran itulah, akhirnya Ilmi mengajak Denny yang juga rekan satu departemennya untuk mewujudkan gagasan tersebut. Gagasan yang cemerlang itu pun telah berhasil mengantongi juara pertama dalam ajang Indonesian Youth Conference on Sustainable Development (IYCSD) 2017 di Yogyakarta, akhir September lalu.

Konferensi tersebut berskala internasional karena pesertanya juga berasal dari peserta summer camp di Universitas Gadjah Mada (UGM). Karena itu, Ilmi bersama rekannya harus mempresentasikan gagasannya tersebut dalam bahasa Inggris. "Persiapannya mendadak sekali karena harus disampaikan dalam bahasa Inggris, dan kami hanya latihan dalam waktu singkat saat itu," tuturnya.

Menariknya lagi, kebanyakan peserta dari kategori yang diikutinya ternyata mahasiswa S2.
Ada empat kategori dalam konferensi tersebut yaitu kesehatan, sains dan teknologi, agroteknologi dan sosial humaniora. "Karya kami saat itu termasuk dalam kategori sains dan teknologi," ujar Ilmi yang bertindak sebagai ketua tim.

*****MRJ

Komentar Berita

PU Terkini
Bendung Katulampa Bukan Bangunan Pengendali Banjir Kali Ciliwung

Senin, 27 November 2017 - 10:44:17 WIB

Bendung Katulampa Bukan Bangunan Pengendali Banjir Kali Ciliwung

Jakarta, PU-News.com Rabu (2/11/2017) di media sosial (medsos) beredar informasi menyesatkan, kebohongan besar, mengenai Katulampa Jebol. Tentu yang dimaksudkan oleh pembuat teror via medsos tersebut adalah Bendung Katulampa pada bagian hulu Kali Ciliwung di daerah Bogor. Judulnya

Titik Nol Jalan Daendels di Area Mercusuar Anyer

Senin, 27 November 2017 - 10:38:29 WIB

Titik Nol Jalan Daendels di Area Mercusuar Anyer

Banten, PU-News.com Suatu pagi sekitar pukul 09.00, di pelataran tanda TITIK NOL Jalan Anyer–Panarukan telah tampak dua orang gadis saling mengambil foto bergantian. Ternyata Inun dan Tika, yang waktu itu belum lama lulus SMK di Cilegon, Provinsi Banten. Keduanya mengaku baru pertama

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Kamis, 05 Oktober 2017 - 09:16:29 WIB

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Surabaya, PU-News.com Seseorang yang mengalami patah tulang, biasanya memasang alat orthopedi atau alat fiksasi agar bisa tersambung kembali. Namun, bahan-bahan dari alat tersebut tak jarang tidak ramah lingkungan dan relatif mahal. Bermula dari kondisi itu, dua mahasiswa Departemen Kimia

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Jumat, 25 Agustus 2017 - 14:43:18 WIB

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Surabaya, PU-News.com Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan mobil balap Sapu Angin Speed 5. Mobil terbaru dari generasi sebelumnya itu akan diikutkan dalam Student Formula Japan (SFJ) di Jepang pada 5-9 September 2017. Sapu Angin 5 diluncurkan oleh Rektor ITS,

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

Kamis, 03 Agustus 2017 - 10:23:00 WIB

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

PU-News.com Mulai tanggal 3 Agustus 2017 pukul 00.00 WIB, Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 Gempol-Rembang Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) memasuki masa uji coba. Pembukaan ini dilakukan setelah terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) nomor: JL.03.04-P/266 tanggal 31 Juli 2017