Megawati Digugat Kadernya
FOTO : ISTIMEWA

Megawati Digugat Kadernya

Oleh : Administrator | PU-NEWS.COM | 13 April 2016 18:26:48 WIB

PU-NEWS.COM -- Denpasar, PU-News.com

Keputusan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memecat kadernya, Wayan Disel Astawa, berbuntut panjang. Disel melawan dengan mengajukan gugatan hukum secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Didampingi tim kuasa hukum I Nyoman Karsana, Ni Nengah Saliani, dan Putu Astuti Hutagalung, Disel telah mendaftarkan gugatannya ke PN Denpasar. Pihak yang digugat adalah Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebagai Tergugat I, Ketua DPD PDIP Provinsi Bali, I Wayan Koster, sebagai Tergugat II, dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Badung, Nyoman Giri Prasta, sebagai Tergugat III.

Para tergugat ini digugat dengan delik aduan melakukan perbuatan melawan hukum, sebagaimana diatur dalam pasal 1365 KUHPerdata. Dalam gugatannya, anggota Komisi III DPRD Bali ini meminta Majelis Hakim PN Denpasar mengabulkan gugatannya dengan menyatakan SK pemecatannya oleh PDIP tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum tetap. Pengadilan diminta mengembalikan haknya sebagai anggota PDIP dalam kedudukannya sebagai anggota DPRD Bali periode 2014-2019.

Kemudian, Disel menilai usulan pengajuan PAW (pergantian antar waktu) atas dirinya sebagai anggota kepada pimpinan DPRD Bali merupakan pelanggaran hukum. Usulan itu bertentangan dengan ketentuan AD dan ART PDIP maupun UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR/DPRD dan DPD, khususnya yang tercantum dalam pasal 355 tentang PAW. Selain itu, Disel meminta majelis hakim menghukum para tergugat untuk membayar kerugian kepadanya sejumlah Rp35 miliar setelah perkara tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap dan menghukum para tergugat untuk membayar paksa (dwangsoon) sebesar Rp5 juta setiap harinya apabila lalai melaksanakan putusan tersebut.

Menurut Disel, adanya SK pemecatan dirinya yang dipublikasikan melalui media massa menyebabkan kehormatan dan nama baiknya tercemar sebagai kader PDIP yang sudah berjuang membesarkan nama besar PDIP, khususnya di wilayah dapil Desa Ungasan, Kuta Selatan. "SK pemecatan itu telah menimbulkan kerugian besar bagi saya, baik secara materiil dan immateriil," kata politisi muda asal Ungasan, Badung Selatan, ini, Rabu 13 April 2016.

Disel merinci kerugian materiilnya sebesar Rp35 miliar. Dasar perhitungan kerugian itu diambil berdasarkan besarnya jumlah suara yang diperolehnya pada Pileg 2014 sekitar 35.000 suara. Masing-masing suara dinilai sebesar Rp1 juta untuk biaya sosialisasi politik, sehingga total kerugiannya Rp35 miliar. Adapun kerugian immateriil karena adanya pemberitaan luas di media massa yang menyebabkan nama baik dan kehormatannya tercemar, pada dasarnya tidak bisa dinilai dengan sejumlah uang. "Tapi, sangatlah wajar kerugiaan immateriil yang saya alami disetarakan dengan sejumlah uang dengan nilai mencapai Rp100 miliar," ujarnya.

*****MRJ

Komentar Berita

PU Terkini
Bendung Katulampa Bukan Bangunan Pengendali Banjir Kali Ciliwung

Senin, 27 November 2017 - 10:44:17 WIB

Bendung Katulampa Bukan Bangunan Pengendali Banjir Kali Ciliwung

Jakarta, PU-News.com Rabu (2/11/2017) di media sosial (medsos) beredar informasi menyesatkan, kebohongan besar, mengenai Katulampa Jebol. Tentu yang dimaksudkan oleh pembuat teror via medsos tersebut adalah Bendung Katulampa pada bagian hulu Kali Ciliwung di daerah Bogor. Judulnya

Titik Nol Jalan Daendels di Area Mercusuar Anyer

Senin, 27 November 2017 - 10:38:29 WIB

Titik Nol Jalan Daendels di Area Mercusuar Anyer

Banten, PU-News.com Suatu pagi sekitar pukul 09.00, di pelataran tanda TITIK NOL Jalan Anyer–Panarukan telah tampak dua orang gadis saling mengambil foto bergantian. Ternyata Inun dan Tika, yang waktu itu belum lama lulus SMK di Cilegon, Provinsi Banten. Keduanya mengaku baru pertama

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Kamis, 05 Oktober 2017 - 09:16:29 WIB

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Surabaya, PU-News.com Seseorang yang mengalami patah tulang, biasanya memasang alat orthopedi atau alat fiksasi agar bisa tersambung kembali. Namun, bahan-bahan dari alat tersebut tak jarang tidak ramah lingkungan dan relatif mahal. Bermula dari kondisi itu, dua mahasiswa Departemen Kimia

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Jumat, 25 Agustus 2017 - 14:43:18 WIB

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Surabaya, PU-News.com Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan mobil balap Sapu Angin Speed 5. Mobil terbaru dari generasi sebelumnya itu akan diikutkan dalam Student Formula Japan (SFJ) di Jepang pada 5-9 September 2017. Sapu Angin 5 diluncurkan oleh Rektor ITS,

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

Kamis, 03 Agustus 2017 - 10:23:00 WIB

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

PU-News.com Mulai tanggal 3 Agustus 2017 pukul 00.00 WIB, Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 Gempol-Rembang Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) memasuki masa uji coba. Pembukaan ini dilakukan setelah terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) nomor: JL.03.04-P/266 tanggal 31 Juli 2017