Johan Budi Resmi Jubir Presiden
FOTO : ISTIMEWA

Johan Budi Resmi Jubir Presiden

Oleh : Administrator | PU-NEWS.COM | 13 Januari 2016 10:49:53 WIB

PU-NEWS.COM -- Jakarta, PU-News.com

Johan Budi Sapto Prabowo telah resmi menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi atau Juru Bicara Presiden. Pria yang lama berkarir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mendapat tawaran langsung dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi bagian dari lstana.

Meski dikenal sebagai juru bicara yang handal, namun pria kelahiran 29 Januari 1967 itu justru merupakan jebolan dari Fakultas Teknik Universitas lndonesia. Dia bahkan tercatat pernah meniti karir di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi di Lembaga Minyak dan Gas Bumi pada sekitar tahun 90-an. Johan lantas banting setir cukup jauh dengan memilih profesi sebagai wartawan. Dia tercatat pernah menjadi wartawan di Majalah Forum Keadilan serta Majalah Tempo. Karirnya sebagai wartawan ditekuninya selama 12 tahun.

Periode tahun 2004, Johan Budi memutuskan untuk bergabung dengan KPK dan jabatan pertama yang dia pegang adalah Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat. Namun jabatan itu tidak lama dia emban, menyusul adanya kebutuhan lembaga anti rasuah itu akan sosok yang bisa berbicara pada publik melalui media. Johan kemudian ditunjuk langsung sebagai juru bicara KPK sejak tahun 2007 dan kemudian merangkap sebagai Kepala Biro Humas sejak 2009. Bahkan karena dinilai pantas, Johan menyandang jabatan itu selama tiga periode Pimpinan KPK.

Johan sempat menyatakan mundur dari jabatannya pada Juli 2011 menyusul tudingan bahwa dia melanggar kode etik oleh M. Nazaruddin bahwa dia ikut dalam pertemuan di Hotel Formula One Cikini bersama Direktur Penyidikan ketika itu Ade Raharja. Johan sempat menampik alasan itu dan menyebut bahwa pengunduran dirinya dilakukan lantaran ingin fokus pada seleksi calon Pimpinan KPK yang tengan diikutinya. Namun pengunduran diri Johan ditolak oleh Pimpinan KPK ketika itu, Abraham Samad.

Jabatan Johan kemudian meningkat dari Kepala Biro Humas menjadi Deputi Pencegahan pada tahun 2014. Namun jabatan itu juga tak lama disandangnya. Adanya badai yang menerpa KPK pada awal 2015 sehubungan ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka, membuat dua Pimpinan KPK harus dinonaktifkan setelah turut ditetapkan tersangka oleh Kepolisian. Kekosongan Komisioner KPK, membuat Presiden Jokowi kemudian mengeluarkan Perppu dan menunjuk 3 orang Pelaksana Tugas. Johan Budi tercatat menjadi salah satu diantaranya.

Setelah masa jabatannya sebagai Wakil Ketua Sementara yang disandangnya selama kurang dari setahun, Johan memutuskan mengakhiri karirnya di KPK pada awal 2016.
Johan tak butuh waktu lama menganggur di rumah. Pasalnya, Presiden Joko Widodo langsung meminangnya untuk menjadi juru bicara Kepresidenan.
Penunjukan Johan Budi Sapto Pribowo sebagai staf khusus presiden bidang komunikasi bukan tanpa alasan. Kiprah Johan Budi semenjak menjadi juru bicara KPK tak lepas dari perhatian Presiden Joko Widodo. Jokowi berminat menggunakan jasa Johan Budi sebagai juru bicaranya.

"Beberapa waktu lalu Pak Presiden memerintahkan saya berkomunikasi kepada Johan Budi untuk kemungkinan Johan Budi membantu Presiden. Yang naksir Pak Presiden langsung," kata Kepala Staf Presiden Teten Masduki di kompleks Kepresidenan Jakarta, Selasa 12 Januari 2016. Sementara Johan Budi mengatakan kesediaannya masuk ke lingkungan Istana tak lain karena bidang komunikasi memang bukan hal baru baginya. Johan memiliki latar belakang sebagai jurnalis sekitar 12 tahun dan menjadi juru bicara KPK selama satu dekade.

"Setelah saya bertemu dengan beliau, akhirnya saya memutuskan untuk membantu biar saya ada kontribusi yang nyata," kata Johan Budi setelah menemui Presiden Jokowi.

*****djoteddy

Komentar Berita

PU Terkini
Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Kamis, 05 Oktober 2017 - 09:16:29 WIB

Alat Orthopedi Berbasis Magnesium Dikembangkan Mahasiswa ITS

Surabaya, PU-News.com Seseorang yang mengalami patah tulang, biasanya memasang alat orthopedi atau alat fiksasi agar bisa tersambung kembali. Namun, bahan-bahan dari alat tersebut tak jarang tidak ramah lingkungan dan relatif mahal. Bermula dari kondisi itu, dua mahasiswa Departemen Kimia

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Jumat, 25 Agustus 2017 - 14:43:18 WIB

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Surabaya, PU-News.com Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan mobil balap Sapu Angin Speed 5. Mobil terbaru dari generasi sebelumnya itu akan diikutkan dalam Student Formula Japan (SFJ) di Jepang pada 5-9 September 2017. Sapu Angin 5 diluncurkan oleh Rektor ITS,

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

Kamis, 03 Agustus 2017 - 10:23:00 WIB

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

PU-News.com Mulai tanggal 3 Agustus 2017 pukul 00.00 WIB, Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 Gempol-Rembang Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) memasuki masa uji coba. Pembukaan ini dilakukan setelah terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) nomor: JL.03.04-P/266 tanggal 31 Juli 2017

Sidang Kasus Tanah Warungsilah Hadirkan Saksi Ahli dan Saksi Fakta

Selasa, 11 Juli 2017 - 15:59:48 WIB

Sidang Kasus Tanah Warungsilah Hadirkan Saksi Ahli dan Saksi Fakta

Seri Kasus Tanah Warungsilah : Jakarta, PU-News.com Hari ini, Selasa (11/07/2017) sidang gugatan Kaharudin Latif kepada Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dan saksi fakta. Saksi ahli adalah Dekan Fakultas Hukum

Ini Dia Girik Yang Menjadi Bukti Riwayat Asal Surat Tanah Milik Armina Scherazade

Jumat, 07 Juli 2017 - 15:52:36 WIB

Ini Dia Girik Yang Menjadi Bukti Riwayat Asal Surat Tanah Milik Armina Scherazade

Seri Kasus Tanah Warungsilah : Jakarta, PU-News.com Gambar di atas adalah bukti bahwa Sertipikat Hak Milik (SHM) No. 5160/Cipedak, SHM No. 5161/Cipedak, SHM No. 5162/Cipedak, dan SHM No. 5163/Cipedak mempunyai dasar GIRIK C No. 1131 PERSIL No. 172 BLOK S II. Dalam kasus gugatan Kaharudin