BEDA JALAN BIASA DENGAN JALAN TOL
FOTO : ISTIMEWA

BEDA JALAN BIASA DENGAN JALAN TOL

Oleh : Administrator | PU-NEWS.COM | 23 Oktober 2015 15:14:40 WIB

PU-NEWS.COM -- Jakarta, PU-News.com

Seperti ada yang tidak dicermati oleh pihak-pihak tertentu saat mengomentari fisik jalan secara membandingkan kondisi jalan tol dengan jalan biasa, semisal jalan arteri Pantura. Sebab kalau soal dilewati kendaraan angkutan berat, bukankah jalan tol juga mengalaminya? Yang dimaksudkannya jelas, mengapa terkesan jalan tol lebih kuat daripada jalan biasa, misalnya jalan Pantura?

Sesungguhnya persoalannya simpel saja, saat pembangunan ruas jalan tol berlangsung dalam keadaan steril sedangkan jalan Pantura tidak. Itu salah satu faktor yang sangat penting. Ali Rachmadi Nasution, salah seorang PPK pada ruas Jalan Pantura Jawa Barat, mengungkapkan hal tersebut sambil tersenyum-senyum. Saat membangun jalan tol pun tidak ada gangguan samping, sementara saat mengerjalan ruas jalan Pantura, getaran-getaran yang terjadi di samping atau di sebelah ruas tersebut sangat besar.

Saat pembetonan ruas jalan Pantura, truk-truk bermuatan berat lalu-lalang di jalur sebelah, getarannya sangat berpengaruh terhadap proses adonan beton dari cair menjadi solid. Ali Rachmadi pun menjelaskan, bila pembangunan jalan tol betul-betul steril, proses kematangan beton terjaga, kekuatannya jadi sempurna. Namun di jalan Pantura, sering kali terjadi, ruas jalan belum waktunya dibuka, tahu-tahu sudah dimanfaatkan.

Wajarnya kekuatan beton sempurna dalam 28 hari. Kini pembetonan menggunakan zat aditif sehingga kesempurnaan kekuatannya bisa dipercepat, misalnya menjadi 7 hari. Di dalam manual bisa 3—7 hari. Namun menurut Ali Rachmadi, dalam praktik secara teknis di lapangan tingkat kesulitannya tinggi sekali untuk bisa menghamparkan adonan beton dengan formula bisa sempurna dalam 3 hari itu. Kalau untuk yang 7 hari, relatif lancar.

Itu pun masih terjadi, belum waktunya beton menerima pembebanan , rambu-rambu bahwa secara teknis jalan harus masih tertutup, ada yang membukanya tanpa sepengetahuan pihak Bina Marga. Keadaan jadi tambah runyam karena truk-truk angkutan berat pun melewatinya. Hal-hal seperti ini mohon diperhatikan secara sungguh-sungguh oleh pihak-pihak terkait. Ya, memang juga diperlukan kerjasama semua pihak untuk kualitas jalan yang baik.

***djoteddy/sbr

Komentar Berita

PU Terkini
Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Jumat, 25 Agustus 2017 - 14:43:18 WIB

Siap Berlaga di Jepang, Mobil Balap Sapu Angin Buatan ITS

Surabaya, PU-News.com Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan mobil balap Sapu Angin Speed 5. Mobil terbaru dari generasi sebelumnya itu akan diikutkan dalam Student Formula Japan (SFJ) di Jepang pada 5-9 September 2017. Sapu Angin 5 diluncurkan oleh Rektor ITS,

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

Kamis, 03 Agustus 2017 - 10:23:00 WIB

3 Agustus 2017, Tol Gempol-Bangil Diuji Coba

PU-News.com Mulai tanggal 3 Agustus 2017 pukul 00.00 WIB, Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 Gempol-Rembang Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) memasuki masa uji coba. Pembukaan ini dilakukan setelah terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) nomor: JL.03.04-P/266 tanggal 31 Juli 2017

Sidang Kasus Tanah Warungsilah Hadirkan Saksi Ahli dan Saksi Fakta

Selasa, 11 Juli 2017 - 15:59:48 WIB

Sidang Kasus Tanah Warungsilah Hadirkan Saksi Ahli dan Saksi Fakta

Seri Kasus Tanah Warungsilah : Jakarta, PU-News.com Hari ini, Selasa (11/07/2017) sidang gugatan Kaharudin Latif kepada Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dan saksi fakta. Saksi ahli adalah Dekan Fakultas Hukum

Ini Dia Girik Yang Menjadi Bukti Riwayat Asal Surat Tanah Milik Armina Scherazade

Jumat, 07 Juli 2017 - 15:52:36 WIB

Ini Dia Girik Yang Menjadi Bukti Riwayat Asal Surat Tanah Milik Armina Scherazade

Seri Kasus Tanah Warungsilah : Jakarta, PU-News.com Gambar di atas adalah bukti bahwa Sertipikat Hak Milik (SHM) No. 5160/Cipedak, SHM No. 5161/Cipedak, SHM No. 5162/Cipedak, dan SHM No. 5163/Cipedak mempunyai dasar GIRIK C No. 1131 PERSIL No. 172 BLOK S II. Dalam kasus gugatan Kaharudin

Perlu Dipertanyakan, Pernyataan BPN Yang Mengatakan Ada Tumpang Tindih

Senin, 19 Juni 2017 - 12:18:52 WIB

Perlu Dipertanyakan, Pernyataan BPN Yang Mengatakan Ada Tumpang Tindih

Seri Kasus Tanah Warung Silah : Jakarta, PU-News.com Dua sertifikat diatas membuktikan kepemilikan tanah atas nama Armina Scherazade tidak tumpang tindih dengan kepemilikan tanah atas nama Kaharudin Latif, yang dalam hal ini sebagai penggugat terhadap Kepala Kantor Pertanahan Kota